Peringatan untuk yang bernyawa

Kebenaran Siksa Kubur

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Thaahaa: 124)

Menurut Abu Sa’id al-Khudri dan Abdullah bin Mas’ud, yang dimaksud dengan penghidupan yang sempit ialah siksa kubur.

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Akan dikuasakan kepada orang kafir dalam kuburnya sembilan puluh sembilan ekor naga yang akan menggigitnya sampai tiba hari kiamat. Sendainya seekor saja dari naga itu menjilat sebidang tanah, maka tanah itu akan mati (tidak dapat menumbuhkan tanaman).'”

Sebuah hadits diriwayatkan oleh Ali bin Ma’bad dari Abu Hazim dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, “Ketika mayat diletakkan di dalam kubur, ia didatangi malaikat yang diutus Tuhannya dan bertanya, ‘Siapa Tuhanmu?‘ Bagi orang yang diberi keteguhan oleh Allah, ia akan menjawab, Tuhanku adalah Allah.‘ Ketika ditanya, ‘Apa agamamu?’ Ia menjawab, ‘Agamaku Islam.’ Dan ketika ditanya, ‘Siapa nabimu?’ Ia menjawab, ‘Nabiku adalah Muhammad’ Merasa sebagai orang yang beruntung, ia berkata kepada malaikat, ‘Biarkan aku bertemu dengan keluargaku. Aku ingin menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka.’ Namun, malaikat berkata, Tidurlah saja dengan tenang, kamu akan dipertemukan dengan teman-temanmu.’ Tetapi, bagi orang yang tidak diberi keteguhan oleh Allah, ketika ditanya oleh malaikat, ‘Siapa Tuhanmu?’, ia tidak bisa menjawabnya. Sehingga, ia lalu dipukul oleh malaikat, dan ia menjerit kesakitan yang suaranya bisa didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia. Lalu malaikat berkata, ‘Tidurlah dengan menderita.'”

Mari amalkan doa ini, moga Allah memberi pertolongan dan kemudahan kepada kita pada masa menempuhi sakaratul maut nanti.

“Allah humma haw win ‘alai na fii sakara til maut”.

(Ya Allah, permudahkanlah kami menghadapi sakaratul maut).

Jangan lupa meminta ampun kepada Allah di saat menghadapi sakaratul maut kerana pintu taubat masih terbuka selagi roh belum sampai ke halkom. Jika tidak dapat disebut dengan mulut, ucapkan di dalam hati, “Astagh firullah” atau “Ya Allah ampunkan dosa-dosa aku”. Di ketika ini kalimah yang perlu sering dilafazkan ialah “LA ILA HA ILLALLAH”.

Received from ukht Ummu Aisyah.

Thank You.

Your comments~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: