Malu itu indah

Dalam satu usrah yang penulis sertai tempoh hari, seorang sahabat telah berkongsi satu perkara yang baru bagi penulis. Walaupun cuma mengambil masa hanya lebih kurang sepuluh minit, usrah tersebut nyata membawa input yang baik.

Kata sahabat tersebut, “yahudi itu dibina dengan simbol kekerasan, kristian itu dengan sifat kasih sayang, dan bagi islam itu sifat malu”. Betapa hebatnya sifat malu ini sehingga menjadi simbol agama yang teragung. Tetapi di sini penulis ingin tekankan, malu yang dimaksudkan ialah malu yang bertempat.

Malu yang paling utama ialah malu pada Allah. Hebat sekiranya sifat ini ada pada kita. Dengan perasaan malu pada Allah dalam diri kita, maka keinginan untuk melakukan maksiat itu dapat dibelenggu. Kita ini makhluk yang hina, dicipta dari setitis air mani yang hina. Terdapat banyak lagi malu dalam Islam, antaranya sifat malu ketika berhadapan orang bukan muhrim.

Akhirul kalam, binalah sifat malu dalam diri kita. Sesungguhnya Islam itu cukup sempurna. Ya Allah bimbinglah kami ke jalan yang benar.

Your comments~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: